Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Perbedaan Investasi Saham dan Obligasi? Ini Penjelasannya!

Apa Perbedaan Investasi Saham serta Obligasi? Ini Penjelasannya! – Ada tak sedikit faktor yg butuh dipertimbangkan sebelum kamu memutuskan untuk membeli produk investasi tertentu. Pertimbangan tersebut dapat dalam bentuk resiko, manfaat, hingga jangka waktu berinvestasi.

Jika kini kamu tetap bimbang antara membeli saham alias obligasi. Pembahasan berikut ini dapat dipertimbangkan sebelum memulai.


Perbedaan Dasar antara Saham serta Obligasi

Saham serta obligasi mempunyai tujuan yg hampir sama yaitu diterbitkan untuk mengumpulkan uang yg akan dimanfaatkan untuk memperluas operasi perusahaan alias entitas.

Saat perusahaan menerbitkan obligasi, itu artinya mereka menerbitkan utang serta kamu yg mempunyai obligasi berhak memperoleh pembayaran kembali pokok utang ditambah dengan bunga.


Saham serta Obligasi Sebagai Investasi

Dikarenakan saham mewakili kepemilikan di suatu perusahaan, jadi pemegang saham akan memperoleh fungsi ketika perusahaan berkinerja baik serta butuh menanggung resiko ketika perusahaan berkinerja buruk.

Saat perusahaan menghasilkan kinerja yg baik, jadi kamu akan memperoleh dividen yg dibayarkan setiap periode.

Di segi yg lain, obligasi akan menunjukkan pendapatan bunga terhadap para investor. Ditambah dengan pokok hutang di akhir periode investasi.

Dikarenakan kedua belah pihak sama-sama menunjukkan fungsi serta keuntungan, jadi susah untuk menentukan mana tipe investasi paling baik yg dapat dipilih.


Apa yg Akan Terjadi Saat Perusahaan Pailit?

Perbedaan yg paling mencolok antara saham serta obligasi merupakan ketika perusahaan mengalami kebangkrutan.

Investor saham akan menjadi pihak yg paling terbaru untuk memperoleh dana mereka kembali ketika perusahaan mengalami kebangkrutan.

Di segi yg lain, pemegang obligasi alias surat hutang akan menjadi orang-orang yg didahulukan untuk memperoleh hak ketika perusahaan pailit.

Setelah semua pemegang obligasi serta kreditor memperoleh hak mereka barulah sisa uang akan dibagikan terhadap para pemegang saham. Bahkan dalam keadaan yg lebih buruk, pemegang saham biasanya tak akan memperoleh apapun ketika perusahaan bangkrut.


Investasi Mana yg Sebaiknya Dipilih?

ika kamu tergolong investor konservatif yg tak terlalu suka dengan resiko tinggi, jadi berinvestasi di obligasi merupakan opsi yg aman.

Obligasi juga lebih baik dipilih untuk kamu yg mulai memasuki masa pensiun serta memperlukan dana yg lebih aman.

Namun apabila kamu tetap belia serta masuk dalam kategori investor agresif, jadi saham dapat menjadi opsi terbaik. Saham dapat menunjukkan imbal yg akan terjadi yg sangat luar biasa dalam jangka panjang di atas 10 tahun.

Nah, apapun tipe investasi yg kamu pilih, pastikan kamu paham betul tentang kegiatan investasimu supaya bunga keuntungan yg dihasilkan lebih maksimal. Semoga, tujuan keuangan kamu pun dapat segera tercapai.