Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Trading mudah dengan Moving Average

Monarchcb.com - Moving Average merupakan salah satu indikator teknikal yg tak jarang dipakai untuk mengidentifikasi arah ekspresi dominan serta paling umum digunakan. Penggunaan indikator Moving Average merupakan salah satu tutorial untuk memperhalus fluktiasi harga serta menolong membedakan antara “noise” yg biasa terjadi di pasar dengan ekspresi dominan reversal sebenarnya.

Definisi moving average  sendiri merupakan pergerakan rata-rata dari sejumlah angka masih di dalam periode tertentu. Penerapannya untuk mengestimasi sebuah pergerakan ekspresi dominan berlangsung dimana wajib menentukan durasi yg diharapkan sesuai dengan andalan transaksi yg diinginkan.

Moving average merupakan indikator yg mampu diadaptasi sepenuhnya, yg berarti bahwa trader mampu dengan leluasa memilih kerangka waktu apa pun yg mereka inginkan ketika menghitung rata-rata. 

Periode waktu yg paling umum dipakai dalam rata-rata bergerak merupakan 15, 20, 30, 50, 100, serta 200 hari. Semakin singkat rentang waktu yg dipakai untuk membikin rata-rata, terus sensitif kepada perubahan harga. Semakin lama rentang waktu, rata-rata akan terus tak lebih sensitif

Ada dua tipe moving average yg paling tak sedikit digunakan, yaitu:


1. Simple Moving Average (SMA)

Simple moving average (SMA) merupakan salah satu indikator moving average yg paling sederhana serta tak sedikit dipakai oleh trader di dalam trading. Simple moving average dihasilkan melewati perhitungan harga rata-rata yg bergerak dalam sebuah periode tertentu. Kebanyakan moving average didasarkan pada harga penutupan. 

Misalnya, simple moving average 5 hari merupakan jumlah harga penutupan lima hari dibagi lima. Sesuai dengan namanya, moving average merupakan rata-rata yg bergerak. Data lama dihilangkan ketika data baru tersedia, menyebabkan rata-rata bergerak sepanjang skala waktu. Contoh di bawah ini menunjukkan rata-rata pergerakan 5 hari yg berkembang selagi tiga hari.

  1. Harga Penutupan Harian: 11,12,13,14,15,16,17
  2. Hari pertama SMA 5 hari: (11 + 12 + 13 + 14 + 15) / 5 = 13
  3. Hari kedua SMA 5 hari: (12 + 13 + 14 + 15 + 16) / 5 = 14
  4. Hari ketiga SMA 5 hari: (13 + 14 + 15 + 16 + 17) / 5 = 15

Hari pertama rata-rata bergerak hanya mencakup lima hari terakhir. Hari kedua rata-rata bergerak menurunkan titik data pertama (11) serta menambahkan titik data baru (16). Hari ketiga rata-rata bergerak berlanjut dengan menghapus titik data pertama (12) serta menambahkan titik data baru (17). 

Dalam contoh di atas, harga naik dengan cara berangsur-angsur dari 11 menjadi 17 selagi total tujuh hari. Perhatikan bahwa rata-rata bergerak juga naik dari 13 menjadi 15 selagi periode kalkulasi tiga hari. Juga, perhatikan bahwa setiap kualitas rata-rata bergerak cocok di bawah harga terakhir. 

Misalnya, rata-rata bergerak untuk hari pertama sama dengan 13 serta harga terbaru merupakan 15. Harga empat hari sebelumnya lebih rendah serta ini menyebabkan rata-rata bergerak tertinggal.

Periode yg paling tak jarang dipakai tak sedikit trader dalam penggunaan Simple Moving Average (SMA) merupakan periode SMA 50 serta SMA 200. Dimana kedua indikator tersebut mampu diterapkan sebagai acuan untuk entry sebab dianggap mampu menolong mengurangi “noise” di dalam pergerakan pasar. 


2. Exponential Moving Average (EMA)

Rata-rata bergerak eksponensial merupakan tipe rata-rata bergerak yg memberi bobot lebih pada harga terkini dalam upaya membuatnya lebih responsif kepada info baru. Untuk menghitung EMA, Kalian wajib terlebih dahulu menghitung rata-rata bergerak sederhana (SMA) selagi periode waktu tertentu. 

Selanjutnya, Kalian wajib menghitung pengali untuk pembobotan EMA (disebut sebagai "faktor pemulusan"), yg biasanya mengikuti rumus: [2 / (jangka waktu yg dipilih + 1)]. Jadi, untuk rata-rata bergerak 20 hari, pengali merupakan [2 / (20 + 1)] = 0,0952. 

Kemudian Kalian memakai hal penghalusan yg dikombinasikan dengan EMA sebelumnya untuk hingga pada kualitas ketika ini. Dengan demikian, EMA memperlihatkan bobot yg lebih tinggi pada harga terkini, sedangkan SMA memperlihatkan bobot yg sama untuk semua nilai.

Rumus untuk EMA menggabungkan kualitas EMA periode sebelumnya, yg kemudian menggabungkan kualitas untuk kualitas EMA sebelumnya, serta seterusnya. Setiap kualitas EMA sebelumnya menyumbang sebagian kecil dari kualitas ketika ini. 

Karenanya, kualitas EMA kini akan berubah bergantung pada berapa tak sedikit data sebelumnya yg Kalian gunakan dalam penghitungan EMA. Idealnya, untuk EMA yg 100% akurat, wajib memakai setiap poin data yg sempat dimiliki dalam menghitung EMA, dimulai dari hari pertama perhitungan. Ini tak rutin praktis, melainkan terus tak sedikit poin data yg digunakan, terus seksama EMA. Tujuannya untuk memaksimalkan akurasi sekaligus meminimalkan waktu kalkulasi.